Skip to content

Serunya mereka menerapkan ilmu

March 26, 2010

Apa sih yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk maju dan berkembang? Dengan segala macam teorinya, setiap pendidik pasti memiliki jawaban yang berbeda-beda. Setiap orangtua juga memiliki jawaban yang berbeda-beda. Apakah tujuan Anda mendidik anak selaras dengan tujuan pendidikan di sekolahnya?

Coba tengok anak anda setiap pagi hari. Tas punggungnya mungkin penuh dengan buku-buku tebal dan catatan-catatan teori. Pulang dari sekolah, mereka masih harus mengikuti berbagai macam les mulai dari les pelajaran, bahasa Inggris, hingga les piano. Di jaman yang semakin kompetitif seperti saat ini, di saat teknologi sudah begitu canggih, setiap anak dituntut untuk mampu mengerjakan berbagai macam hal dengan baik.

Dengan itu semua apakah anda yakin anak anda mampu menjadi pribadi yang sukses di masa depan? sekali lagi, apa yang menurut Anda dibutuhkan untuk kesuksesan di masa depan?

Di Sekolah Cikal kami percaya bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Sebutkan 5 stars competency — yang nantinya akan membuat mereka memiliki keterampilan hidup dan terus menerus menjadi pembelajar sejati.

Dalam dunia pendidikan, cara termudah untuk mengenali tujuan suatu sekolah, adalah dengan melihat bentuk ujian akhir yang diberikan pada siswanya. Sesuai prinsip backward design, maka semua proses belajar di kelas seharusnya dirancang untuk mencapai tujuan tersebut.

Contohnya murid year 6 kami (6 SD). Kami percaya bahwa semua teori dan hapalan di dalam kelas akan menjadi percuma apabila para murid tidak diajak keluar dan mempraktekan langsung ilmu mereka.

“Langkah yang kami ambil merupakan sebuah terobosan di dalam dunia pendidikan,” ujar koordinatoy Primary Year Program (PYP) di Sekolah Cikal Pia Adiprima.

Pia menjelaskan bahwa sebelum lulus, setiap anak kelas 6 harus membuat sebuah project terlebih dahulu. Mereka harus turun ke lapangan dan mencoba untuk memberikan solusi terhadap berbagai macam masalah di masyarakat yang dihadapi.

Pada tahun ajaran 2009/2010 ini, Sekolah Cikal menetapkan tema kemiskinan sebagai fokus dari project akhir murid, dan para murid kelas 6 memilih desa Ciwalu di Bogor sebagai objek penelitian. Para murid kelas 6 tersebut terbagi ke dalam empat kelompok yang harus mereka pilih sesuai minat mereka. Keempat kelompok tersebut adalah health, environment, education, dan economy. Pemilihan kelompok dilakukan setelah mereka melakukan riset terlebih dahulu mengenai setiap topik pada exhibition.

“Aku memilih ‘health’ karena menurut aku banyak masyarakat Indonesia yang mengalami masalah di bidang kesehatan,” ucap salah seorang murid Raihan Raafi yang berusia 11 tahun.

Masing-masing kelompok harus mampu menganalisa masalah yang dihadapi oleh masyarakat di desa Ciwalu berdasarkan kategori yang telah dipilih kemudian membantu masyarakat desa memperbaikinya. Di bawah bimbingan guru, setiap kelompok harus melewati proses pemetaan inquiry dan skills yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Tim environment, misalnya, memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah kepada murid SD dan juga masyarakat luas di daerah tersebut. Selain itu mereka juga membagikan tempat sampah berjumlah lebih dari 15 unit.

Nadira Anisa, 11, berujar bahwa pada awalnya masyarakat desa Ciwalu, khususnya yang dewasa, kaget ketika mereka mendapatkan penyuluhan dari murid-murid SD.

“Biasanya yang memberikan penyuluhan kepada mereka minimal setingkat SMA,” kata Nadira.
Nadira yang bersama teman-teman satu kelompoknya menganalisa masalah kesehatan di desa Ciwalu mengatakan bahwa masyarakat di desa Ciwalu tidak memiliki konsep kesehatan yang baik.

Ia mencontohkan bahwa kebanyakan dari mereka tidak memiliki budaya mencuci tangan setiap sebelum makan. “Kita mengajarkan mereka bahwa tindakan sesederhana seperti mencuci makan bisa menjadi senjata yang sangat efektif untuk melawan berbagai macam penyakit.”

Selain memberikan penyuluhan dan menempel poster-poster yang berisikan ajakan untuk hidup sehat, Nadira dan kelompoknya juga membagikan alat-alat kebersihan seperti sabun dan pasta gigi. Anggota lain dari tim health Fiandra Azzahra menjelaskan bahwa masyarakat Ciwalu memiliki banyak masalah kesehatan yang harus segera diubah seperti kebiasaan mereka yang selalu membeli obat seadanya di warung terdekat.

“Sangat disayangkan bahwa lokasi puskesmas terlalu jauh dari rumah mereka.” Sementara itu Deandra Fidelia dari kelompok economy menjelaskan dengan bersemangat bahwa masyarakat Ciwalu harus mampu meningkatkan kemampuan ekonomi mereka secara signifikan sehingga kesejahteraan lebih terjamin.

“Mereka terlalu bergantung kepada pihak lain,” kata Deandra. Ia menyayangkan kondisi tersebut karena sebetulnya masyarakat Ciwalu memiliki potensi alam yang sangat besar.

Ia kemudian memperlihatkan berbagai macam produk olahan mulai dari selai nanas, teh hijau, dan kapulaga yang diproduksi oleh masyarakat Ciwalu. “Kapulaga bisa digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat minyak goreng dan minyak telon,” Deandra menjelaskan.

Alisa Namira Imani dari kelompok education menjelaskan ia dan timnya awalnya memutuskan untuk membuat poster-poster yang menjelaskan betapa pentingnya pendidikan dan sekolah. “Banyak anak di desa Ciwalu yang malas untuk bersekolah.”

Ia menambahkan bahwa anak-anak tersebut harus memiliki tujuan yang jelas dalam bersekolah. “Kalau tidak begitu percuma.” Alisa dan teman-teman mengajarkan berbagai macam gaya belajar kepada murid-murid kelas satu di desa Ciwalu. Grup pendidikan memberikan beberapa alat pendidikan seperti permainan matematika dan alfabet yang dapat membantu mereka dalam belajar membaca.

“I think our action would be useful in the future. The students would feel enthusiastic to go to school and the resources can be used in the school.”

Pia selaku koordinator PYP mengaku bangga atas prestasi yang telah dicapai oleh murid didiknya. “Mereka sangat kreatif dalam mengamati masalah dan kemudian memikirkan dan mengambil aksi untuk memberi solusi.”

Ia menambahkan, “Sangat luar biasa mengingat usia mereka yang masih sangat belia. Melihat hasil mereka, saya sangat yakin bahwa mereka akan mampu memecahkan berbagai masalah nyata dalam kehidupan masyarakat di masa depan, dan inilah tujuan pendidikan di sekolah Cikal”.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: