Skip to content

Baca, baca, dan baca terus!

April 15, 2010

Foto diambil dari sini.

Tahukah anda bahwa tepat tanggal 14 April kemarin majalah Bobo merayakan ulang tahunnya ke-37 tahun. Wow, waktu yang sangat lama untuk sebuah majalah anak-anak. Para pasangan muda yang sudah dikarunai anak mungkin mengalami masa-masa indah di mana si Bobo dan Bona selalu setia membuat anda tersenyum dan tertawa. Lucu sekali kalau mengingat masa itu, sekarang bacaan anda sudah berat mulai dari majalah politik hingga ekonomi.

Tapi kalau diingat-ingat lagi, mungkin majalah seperti Bobo itu yang pertama kali membuat anda terdorong untuk membaca dan terus membaca. Benar kan? Ingat ketika usia anda masih 6 tahun dan anda sangat gemar tiduran di lantai sambil sibuk membolak-balik halaman majalah Bobo. Mh, seru bukan? Coba tengok anak anda sekarang. Sudahkah ia gemar membaca? Kalau belum, mungkin sudah saatnya anda secara rutin membelikannya majalah atau buku anak-anak yang mendidik. Dari bacaan-bacaan sederhana seperti itu anak anda bisa membangun ketertarikannya untuk membaca.

Kalau sedang jalan-jalan ke mall, jangan lupa untuk sempatkan waktu anda sekeluarga untuk bermain di dalam toko buku. Anda tidak perlu harus selalu membeli, tapi biasakan si mungil berada di antara buku-buku. Mungkin awalnya ia akan bosan dan merengek minta pulang, tapi kesabaran anda pasti akan membuahkan hasilnya nanti.

Berikan pemahaman ke pada si buah hati bahwa membaca itu sangat seru dan asyik. Dia bisa berimajinasi apapun yang ia mau. Tapi awasi bacaanya, jangan biarkan dia membaca buku-buku yang belum pantas ia baca. Peran aktif orang tua sangat dibutuhkan dalam membentuk perilaku membaca seorang anak.

Setelah mengisi kamarnya dengan berbagai macam buku mendidik, tugas anda belum selesai. Luangkan waktu anda untuk membaca bersama dengannya atau minimal mengajaknya berdiskusi tentang hal-hal yang ia peroleh dari buku tersebut. Coba tanyakan tokoh karakter siapa saja yang ia baca dan bagaimana perilaku mereka? “Apakah mereka baik” “Apakah mereka jahat?”. Pada akhir diskusi jangan lupa memberikan kesimpulan positif yang ia bisa tanam dalam pikirannya, “Kesimpulannya, berbuat jahat itu tidak boleh karena merugikan orang lain. Kita juga tidak mau dirugikan kan?”

Jadi tunggu apa lagi? Beli buku dan mulai membaca!

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: